Minggu, 11 Desember 2016

Cara mengatasi halusinasi

Salah satu gejala penderita skizofrenia adalah adanya halusinasi (kebanyakan berupa bisikan bisikan, suara yang mengejek, memerintah, dll). Sebenarnya, halusinasi juga kadang muncul pada orang normal. Bedanya, orang dengan halusinasi namun tetap hidup normal dibandingkan dengan halusinasi pada penderita gangguan jiwa, adalah bahwa halusinasi tersebut tidak membuat yang bersangkutan gelisah, takut atau harus mengikuti apa yang dikatakan suara suara tersebut.
Ada beberapa cara mengatasi halusinasi:
1.      Dengan minum obat. Obat dapat mengurangi halusinasi, namun kebanyakan tidak dapat hilang sama sekali. Selain itu, dalam jangka panjang, obat anti gangguan jiwa mempunyai efek samping yang merugikan.
2.      Dengan mengalihkan perhatian. Cara menghiilangkan halusinasi dengan mengalihkan perhatian, antara lain: mendengarkan musik, berjalan jalan di udara segar, mengerjakan hobi, dan lain lain.
3.      Dengan memfokuskan (focusing), yaitu antara lain dengan : menyadari bahwa suara suara tersebut tidak harus dituruti, berusaha mengendalikan suara suara tersebut (misal: menyuruh agar suara muncul 10 menit dari sekarang, dll).
4.      Dengan metode metakognisi, antara lain dengan: menerima suara suara tersebut (tapi tidak harus menurutinya), membuat daftar hal hal yang mendukung dan bertentangan dengan isi suara tersebut (kalau dikatakan goblog, maka buat daftar keberhasilan keberhasilan yang dulu pernah dicapai, dll).
Di Tirto Jiwo, cara yang selama ini terbukti efektif dalam mengatasi halusinasi adalah dengan kombinasi dari beberapa hal berikut:
§  Suasana yang tenang, segar dan tidak terbelenggu atau terkungkung.
§  Interaksi sosial (dengan petugas dan sesama penderita lainnya) yang ramah, bersahabat, tidak mengancam, serta menimbulkan harapan bahwa semua penderita dapat sembuh, dll.
§  Dzikir untuk memperkuat keimanan dan melawan pikiran pikiran negative.
§  Doa memintakan kesembuhan dari orang tua, keluarga, sahabat dan para petugas serta pengurus Tirto Jiwo.
§  Obat sesuai pemberian dokter spesialis jiwa.

Mengelola gejala halusinasi dirumah

Penderita gangguan jiwa sering mempunyai gejala halusinasi. Halusinasi adalah adanya rangsangan indra yang tidak bisa dilihat atau dirasakan orang lain. Dengan kata lain, penderita gangguan jiwa sering mendengar suara (atau melihat sesuatu, merasa seperti ada yang menyentuhnya, atau merasakan sesuatu dilidah/mulut yang susah dijelaskan) yang sebenarnya berasal dari dalam dirinya sendiri.
Gejala yang muncul ketika seorang penderita mengalami halusinasi:
§  berjalan-jalan
§  tidak bisa diam, gelisah atau selalu bergerak
§  lebih banyak menarik diri dari pergaulan
§  banyak tidur
§  sibuk dengan pikirannya sendiri
§  berbicara sendiri atau menggumam sendiri
§  mudah tersinggung
Cara mengatasi  gangguan halusinasi
§  Bila penderita sedang dalam keadaan relatif baik, ajak bicara/ diskusi dan tanyakan hal hal apa yang bisa membuatnya lebih nyaman dan mengurangi dampak dari halusinasi tersebut. Misalnya: tanyakan kapan atau pada kondisi seperti apa halusinasi tersebut muncul, kapan halusinasi itu jarang atau tidak muncul, dll.
§  Berikan rasa nyaman dan perlindungan
§  Kurangi rangsangan yang bisa mencetuskan halusinasi (suara TV atau radio yang terlalu keras, teriakan-teriakan, gaduh, banyak orang/ tamu, dll.
§  Identifikasi hal hal yang menjadi pemicu stress. Misalnya: banyak orang/ kerumunan orang di toko atau mall, beradu mulut, dimarahi, dll.
§  Ciptakan hal hal atau kegiatan yang bisa mengalihkannya dari halusinasi, seperti: melakukan kegiatan yang menyenangkan hatinya (bermusik, berkebun, menggambar, dll), melakukan pekerjaan rumah yang ringan, diajak ngobrol, mendengarkan radio atau melihat TV, dll.
§  Latihan teknik relaksasi
§  Minum obat sesuai perintah dokter
Hal hal yang tidak usah dilakukan:
§  berdebat dengan suara
§  beradu argumen dengan penderita tentang halusinasi yang dia dengar/lihat atau rasakan.

Membantu mengatasi halusinasi

Penderita gangguan jiwa kadang mengalami halusinasi. Halusinasi adalah pengalaman mendengar, merasakan atau melihat sesuatu yang tidak dirasakan, didengar atau dilihat orang lain. Salah satu contohnya adalah mendengar suara suara yang mengatakan bahwa hidupnya gagal, dia bukan siapa siapa, menyuruh melakukan bunuh diri karena dengan demikian dia akan masuk surga. Halusinasi bisa juga berupa melihat sesuatu yang tidak dilihat orang lain, seperti melihat harimau di halaman, agen rahasia negara lain.
Gejala yang terlihat ketika seseorang mengalami halusinasi, antara lain:
§  jalan jalan atau melangkah terus.
§  tidak bisa diam, gelisah
§  menarik diri dari pergaulan sosial
§  asyik dengan sesuatu
§  gampang tersinggung
§  berbicara atau bergumam sendiri
Bila ada teman atau anggota keluarga dengan halusinasi, hal hal yang bisa dilakukan untuk membantu adalah dengan:
§  mengidentifikasi hal hal yang menyebabkan stress dan mengurangi penyebab stress tersebut.
§  mengajak penderita untuk melakukan kegiatan seperti jalan jalan, mengerjakan pekerjaan rumah yang sederhana, mengajaknya melakukan suatu permainan/ game, atau menganjurkan yang bersangkutan untuk bicara denga orang lain.
§  melakukan latihan relaksasi, seperti latihan  napas dalam dan berbagai teknik relaksasi lain.
§  mengajak olah raga ringan (bermain tenis meja, bermain volley, dan lain lain)
§  memberikan pekerjaan sesuai dengan kemampuannya
§  memberikan rangsangan yang bisa mengalihkan perhatiannya dari halusinasi (menyediakan walkman/ stereo, nonton tv, nonton fil)
Tujuan utamanya adalah agar penderita dapat mengalihkan perhatiannya dari halusinasi. Penderita belajar untuk mengacuhkan halusinasi tersebut dan akhirnya mengendalikannya sehingga tidak akan muncul lagi.
Jangan mengajak berdebat atau beradu argumen dengan suara sura tersebut. Tidak akan ada gunanya.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar