Permainan
yang Mencerdaskan
Banyak cara untuk menstimulasi anak
usia 0-5 tahun, salah satunya dengan cara bermain. Karena pada usia tersebut
merupakan masa emas pertumbuhan otak, di mana stimulasi, perkembangan kognisi,
sosial dan emosi anak mencapai tahap optimal. Apa fungsi bermain, sehingga
dikatakan penting untuk anak.
Menurut
Landreth, seperti yang disampaikan Muhamad Rizal, Psi pada Smart Parents Confrence. Bermain adalah bagian integral
dari masa kanak-kanak, suatu media yang unik untuk memfasilitasi perkembangan
ekspresi bahasa, keterampilan komunikasi, perkembangan emosi, keterampilan
sosial, keterampilan pengambilan keputusan, dan perkembangan kognitif pada
anak-anak. Sedangkan permainan adalah semua media yang dipakai oleh anak untuk
melakukan kegiatan bermainnya.
Dalam
memilih permainan untuk anak, orangtua perlu mempertimbangkan faktor usia,
karena ini berkaitan dengan tahapan perkembangannya. Untuk itu, perhatikan
mainan yang akan dimainkan cocok untuk usia berapa. Kecuali untuk permainan
tradisional, maka orangtua yang menentukan apakah cocok bila dimainkan oleh
anak (sesuaikan dengan perkembangan anak, baik itu perkembangan sosial,
motorik, kognisi ataupun bahasa).
Contoh
permainan sesuai dengan usia anak, dan kecerdasan apa yang bisa dikembangkan :
Usia 0
– 3 bulan
Pada usia
ini, kemampuan bayi masih sangat terbatas, sehingga kita perlu berhati-hati
dalam melakukan permainan. Bayi baru mulai bisa membedakan warna, serta baru
mulai melakukan interaksinya dengan dunia luar.
1. Kecerdasan Interpersonal dan Linguistik
Bercakap-cakap
dengan bayi Anda, dalam bahasa yang singkat dan jelas. Misalnya “Ini Mama”.
Sambil bercakap-cakap, arahkan wajah Anda berhadapan dengan wajahnhya.
Permainan ini akan menjadi dasar kemampuan bahasa, serta dengan melakukan tatap
muka, maka bayi mulai diajarkan untuk melakukan kontak dengan orang lain.
2. Kecerdasan Musikal
Perdengarkan
musik bagi bayi Anda. Bunyi-bunyian yang memiliki ritme tetap juga akan
membantu anak untuk belajar memahami bunyi.
3. Kecerdasan Spasial dan Kinestetik
§
Perdengarkan sumber suara, misalnya kerincingan, suara
ibu atau ayah. Dan biarkan bayi mencari sumber suara. Ingat, respons bayi masih
lambat, tidak heran bila ada jeda beberapa detik sebelum bayi memberikan
respons. Lakukan dengan memindah-mindahkan sumber suara.
§
Bila memungkinkan, gantung mainan bayi di atas, lalu
biarkan mainan itu bergerak memutar dan bersuara. Ini akan membuat bayi
menggerakkan bola mata, dan menggerakkan kepala mengikuti sumber gerakan dan
suara.
§
Berikan rattles, atau
mainan lembut lainnya (soft toys), sehingga bayi mulai
belajar menggenggam serta menggerakkan mainan tersebut.
§
Letakkan mainan di depan bayi dalam posisi telungkup
dan dalam jangkauan, biarkan bayi mencoba maraih/mengambil mainan tersebut.
Usia 3
– 6 Bulan
1. Kecerdasan Spasial dan Kinestetik
§ Pasangkan
sepatu/kaus kaki yang memiliki karakter atau figur tertentu pada bagian ujung,
sehingga bayi tertarik untuk mengangkat kaki dan melihat karakter tersebut.
§ Bayi juga
akan berusaha meraih kaus kakinya, ini akan melatih kecerdasan spasialnya.
§ Bunyikan
mainan di sekitarnya, biarkan bayi mencari sumber suara, dan mencoba meraih
mainan tersebut.
2. Kecerdasan Linguistik
§
Tirukan suara-suara yang keluar dari si bayi, bisa
secara secara langsung, bisa juga dengan merekam dan meperdengarkan kembali.
§
Buat gerakan mengangguk, atau jawaban atas suara yang
dihasilkan bayi, sehingga Anda seolah-olah sedang bercakap-cakap dengannya. Ini
akan merangsang bayi untuk tetap mengeluarkan suara
§
Membaca buku juga akan merangsang anak untuk belajar
kata-kata. Semakin sering kita membacakan buku, semakin banyak kata yang bisa
diserap. Bacakan dengan perlahan, sambil memperlihatkan buku dan gambar-gambar
di dalam buku tersebut. Selain mengembangkan kecerdasan linguistik, hal ini
juga akan membantu mengembangkan kecerdasan interpersonal.
Usia 6
– 9 Bulan
Pada usia
ini, bayi mulai belajar untuk duduk, merangkak, mulai belajar untuk berdiri.
Dengan
demikian,
variasi permainan bisa menjadi lebih luas lagi.
1. Kecerdasan Spasial dan Kinestetik
§ Berikan
mainan yang bisa bergerak, seperti mobil-mobilan, dan jalankan mobil tersebut,
biarkan bayi bergerak mengikuti arah mobil. Jangan terlalu jauh, sehingga sulit
terjangkau, merasa frustrasi dan tidak ingin bermain.
§ Bermain
dengan bola, terutama yang mudah digenggam, tidak besar, tetapi juga tidak
terlalu kecil sehingga mudah dimasukan ke dalam mulut, sehingga bayi bisa
mengeksplorasi dengan baik.
§ Untuk anak
yang lebih besar dan sudah tumbuh gigi, coba berikan wadah berisi biskuit kecil
dan biarkan si kecil mencoba mengambil dan belajar untuk memasukkan ke dalam
mulut.
§ Anak yang
sudah diberikan makanan pendamping ASI dan sudah mulai bisa duduk, ada baiknya
juga didudukkan di kursi makan bayi (high chair),
sehingga ia bisa belajar duduk dengan baik.
2. Kecerdasan Linguistik
§ Tetap
berikan buku pada anak, agar ia terbiasa melihat gambar dan mendengarkan
kata-kata.
§ Pilih mainan
yang bisa bersuara, misalnya telepon-teleponan yang bisa mengeluarkan suara
sehingga anak tertarik mendengarkan dan memainkan.
3. Kecerdasan Interpersonal
§ Melambai-lambaikan
tangan, “gimme five”, atau salaman, akan merangsang anak menciptakan interaksi
dengan orang lain.
§ Ajak anak
bermain di taman dekat rumah, biarkan ia mulai mengenal orang lain di luar
keluarga.
4. Kecerdasan Intrapersonal
§
Panggil namanya, biarkan ia memahami bahwa itu adalah
namanya, dan tunggu sampai ia memberikan respons, misalnya dengan menoleh ke
arah pemanggil.
5. Kecerdasan Naturalis
§
Bawa anak ke halaman rumah, perkenalkan dengan
binatang piaraan, perkenalkan dengan tanaman dan pohon-pohon. Lihat reaksinya.
Perhatikan, hati-hati dengan binatang peliharaan. Beberapa jenis anjing tidak
terlalu bersahabat dengan bayi, sehingga bisa membuat bayi ketakukan.
Perhatikan jarak aman.
5. Kecerdasan Logis Matematis
§
Berikan beberapa benda yang sama pada anak, misalnya
bola. Lalu sambil memberikan pada anak, kita mulai menghitung “satu.. dua.”
Anak mulai dikenalkan pada konsep angka.
Usia 9
– 12 bulan
1. Kecerdasan Kinestetik
§
Berikan anak mainan yang bisa didorong (misal walk & ride), sehingga anak belajar untuk berdiri
dan mulai melangkah. Perhatikan bobot mainan, jangan sampai terlalu ringan,
sehingga bisa membuat anak jatuh.
§
Bermain lempar bola. Ajarkan anak melempar bola.
§
Memainkan drum, melatih koordinasi tangan.
§
Belajar menyusun balok.
§
Ajak anak untuk menari dengan iringan lagu yang riang.
2. Kecerdasan Logis Matematis
§
Mengajarkan menyusun urutan balok, dari depan sampai
terakhir, akan mengajarkan anak sekuensial.
3. Kecerdasan Interpersonal
§
Ajak anak untuk bermain dengan anak-anak sebaya.
Tujuannya mengenalkan anak dengan anak lainnya, sehingga anak terbiasa dengan
anak lainnya.
§
Ajak anak memberikan respons ketika dibacakan buku.
Biarkan anak memilih buku yang diinginkan, lalu baca bersama-sama.
§
Bermain “ciluk baa” dengan tujuan melatih anak
memberikan reaksi atas tindakan orang lain, dan sebaliknya.
4. Kecerdasan Naturalis
§
Ajak anak melihat lingkungan sekitar, melihat
binatang, tanaman, alam lainnya. Bisa dengan mengajaknya ke kebun Binatang,
piknik, atau melihat kegiatan berkebun.
§
Menonton film tentang binatang.
5. Kecerdasan Musikal
§
Putarkan lagu-lagu anak-anak, ajak mereka untuk
mendengarkan dan menirukan lagu.
6. Kecerdasan Linguistik
§
Ajak anak bercakap-cakap sambil memainkan mainannya.
§
Tirukan suara mereka sambil menambahkan ekspresi muka,
sehingga mereka senang dan mendapatkan penguatan untuk mengulangi lagi
suaranya.
Usia 1
– 3 tahun
Pada saat ini, perkembangan
kecerdasan anak sudah sangat maju dan kompleks, maka perlu
stimulasi yang lebih untuk
mengembangkan mereka. Usia ini anak sudah mulai bisa berkomunikasi dalam bentuk
percakapan sederhana, sudah memiliki kemampuan pemecahan masalah, dan ini saat
yang tepat untuk mengembangkan kepercayaan dirinya.
1. Kecerdasan Kinestetik
§
Bermain bola, anak sudah mulai bisa menendang serta
menangkap bola. Ajak mereka melakukan permainan bola. Permainan ini bisa
menjadi permainan favorit mereka.
§
Anak sudah mulai bisa mengayuh sepeda, jadi tidak ada
salahnya mulai memberikan mereka sepeda roda tiga. Jika orangtua memiliki
sepeda, bisa bersepeda bersama, jika tidak, orangtua bisa mendampingi anak
bersepeda.
§
Bermain panjat tangga serta perosotan.
§
Bermain petak umpet.
2. Kecerdasan Logis matematis
§
Bermain pasel (puzzle) sederhana
(kurang dari 10 keping).
§
Bermain balok membentuk bangunan.
3. Kecerdasan Linguistik
§
Telpon mainan, melatih anak untuk bercakap-cakap.
§
Hand puppet.
§
Buku cerita bergambar.
4. Kecerdasan Interpersonal
§
Bermain peran.
§
Bermain dengan teman sebaya.
5. Kecerdasan Naturalis
§
Pergi ke kebun binatang.
§
Ajak anak untuk melakukan kegiatan berkebun ringan.
§
Pergunakan media buku atau kartu bergambar binatang.
6. Kecerdasan Musikal
§
Perdengarkan lagu, ajak anak bernyanyi bersama.
§
Memainkan alat musik, misalnya drum atau xylophone.
7. Kecerdasan Intrapersonal
§
Buku gambar dan krayon non toxic,
sebagai media mengekspresikan diri dan mengembangkan imajinasi.
Tip : Memilih Mainan
1. Sesuaikan dengan usia anak.
Ketika memilih mainan pertama untuk
aktivitas anak, penting untuk mengetahui tingkat perkembangan mental di
usianya. Pilih mainan sesuai dengan tingkat belajarnya. Cobalah cari mainan
yang akan menantang perkembangan keterampilan tetapi tanpa membuat anak frustrasi.
Selalu cek label usia di setiap kemasan mainan. Label usia yang terdapat pada
kemasan memang berdasarkan pada kemampuan mental dan fisik anak, kebutuhan
bermain, minat dan keamanan.
2. Utamakan keselamatan.
Baca dengan baik manual dan label
yang ada pada mainan sehingga tidak terjadi kesalahan penggunaan mainan
tersebut. Pastikan dibuat dari bahan yang kuat dan tidak mudah pecah sehingga
tidak membahyakan, pastikan mainan bebas cat yang beracun. Bila memungkinkan,
beli mainan yang memiliki standar keamanan internasional di kemasannya.