Jumat, 07 Oktober 2016

Review web psikologi



 Kali ini saya mengambil web psikologi yaitu psikologid.com dari halaman depannya saja sudah ada banyak menu dari Love&Relationship, Education&Tips, Psikologi populer, Psikotest, Kegiatan komunitas, Story&Real life. 

Dari tampilannya sangat menarik dan web ini di peruntukan untuk semua kalangan baik kalangan anak anak maupun orang dewasa.





Tentang psikologid.com:
Komunitas Psikologi Digital @PsikologID bermula dari akun jejaring sosial twitter dengan followers lebih dari 850 ribu orang, akun tersebut menyajikan informasi, quote, serta tips dan pembahasan menarik setiap harinya, melihat kebutuhan akan informasi yang terus berkembang maka PsikologID terus berinovasi dan pada akhirnya membuat komunitas #PID, kumpulan dari Guru, Konselor, Psikolog, Mahasiswa psikologi dan praktisi yang sadar akan kebutuhan masyarakat akan hal baik.
PsikologID.com hadir dalam rangka sarana dan mediasi mereka yang ingin tahu banyak informasi mulai dari yang sederhana dan ringan, hingga informasi yang detail dan akurat. Dalam website ini akan di temukan banyak artikel Psikologi yang aplikatif dan juga terupdate, gunanya untuk memberikan kontribusi serta pemahaman yang baik mengenai cara berinteraksi yang tepat.


Our Clients dari Psikologid.com:
Liputan Media dan Undangan :
Universitas Mercubuana : Seminar Hypnocrime & Kriminalitas
Universitas Pendidikan Indonesia : Seminar Revolovetion
Akademi Pendidikan Perusahaan : Seminar Hypnotherapy
Udayana Bali : Seminar Microexpression & Body Language
Institut Bisnis Nusantara : Seminar Leadership
SMK Yadika 6 : Latihan Dasar Kepemimpinan
UPI YAI : Seminar Microexpression & Body Language
TV one : Karikatur Negri – Peluang Bisnis
Jak TV : Komunitas Psikologi Digital
Majalah Pengusaha Indonesia : Peluang Usaha Tokokoleksi
Danone : Self Hypnosis
Kaskus : Rejeki Ngaskus
Oz Radio : Phone Interview
Dreamers Radio : Bedah Buku Buku “I Know You”
Mustang FM : Bedah Buku Buku “I Know you”
Detik Finance : Peluang Usaha – Tokokoleksi
Bukune : Buku “Ngajarin yang kurang Belajar”
Tangga Pustaka : Buku “Who am i 1 & 3”
Loveable : Buku “I Know You”

Event web psikologid.com:

Dalam web ini juga tersedia web event yaitu mengenai Event sekolah (LDKS, MOPDB, Konsultan Pendidikan & Psikologi), Event Kampus (Workshop, seminar, kuliah umum), Seminar Bisnis, Seminar buku, Konsultasi marketing dan Branding Digital. Materi Event yang biasa mereka berikan meliputi :
1.    Hypnotherapy
2.    Microexpression
3.    Tarot Psikologi
4.    Grafologi & Grafotherapy
5.    Leadership training
6.    SDM testing
7.    Multimedia skills
8.    Mindset & Purpose
9.    Psikologi remaja
10.                        Brand & Online Marketing
11.                        SEO & SMO
12.                        Dsb


Pembahasan Materi Psikologid.com:

Sesudah itu saya langsung ke menu yang mengenai psikologi populer, di psokologi populer tersebut banyak pembhasan yang dibahas. Tapi saya memilih pembahasan mengenai Skizofrenia & manfaat memaafkan.

Isi pembahasannya adalah: 

Skizofrenia

 

Skizofrenia sering digambarkan sebagai penyakit gila. Kondisi ini menyebabkan penderitanya mengalami delusi, halusinasi, pikiran kacau, dan perubahan perilaku. Oleh karena itu, penderita skizofrenia sulit dalam berinteraksi secara sosial dan beraktivitas sehari-hari.
Perilaku sosial yang tertutup dan perubahan pola tidur menjadi gejala-gejala awal skizofrenia. Karena penyakit ini biasanya mulai berkembang pada usia remaja, gejala-gejala tersebut hanya dianggap sebagai perubahan tingkah laku remaja.

Para ahli belum menemukan penyebab skizofrenia. Diduga faktor lingkungan serta genetika berperan dalam pembentukan kondisi ini.

Di Indonesia sendiri, banyak orang yang belum memahami atau bahkan mengenali skizofrenia. Sebagian besar penduduk di negara ini, terutama di pelosok-pelosok desa, kerap mengaitkan kondisi ini sebagai akibat dari kerasukan makhluk halus. Oleh sebab itu banyak penderita skizofrenia di Indonesia yang tidak terdiagnosis, hingga tidak mendapatkan pengobatan yang layak.

Berikut adalah tanda-tanda yang menunjukkan seseorang mengalami skizofrenia, seperti dilansir psychcentral.com.
1.      Mengisolasi diri atau menarik diri dari pergaulan sosial
2.      Irasional, mengatakan atau meyakini sesuatu yang aneh atau ganjil
3.      Peningkatan paranoia atau mempertanyakan motivasi orang lain
4.      Mudah emosi
5.      Permusuhan atau kecurigaan
6.      Peningkatan ketergantungan pada obat-obatan atau alkohol (dalam upaya untuk mengobati diri)
7.      Kurangnya motivasi
8.      Berbicara dengan cara yang aneh tidak seperti diri mereka sendiri
9.      Sering tertawa pada waktu yang tidak tepat
10.  Insomnia atau susah tidur
11.  Penurunan dalam penampilan pribadi dan kebersihan


Pengobatan skizofrenia
Biasanya skizofrenia ditangani dengan obat-obatan antipsikotik dan terapi sebagai bentuk pengobatan psikologis. Selain itu, penanganan skizofrenia juga harus ditunjang dengan dukungan dan perhatian dari orang-orang terdekat si penderita. Yang termasuk penanganan tepat skizofrenia diantaranya adalah mengenali tanda-tanda episode akut, pemberian obat sesuai resep, dan sikap terbuka pada orang lain tentang kondisi ini. Dengan mengombinasikan berbagai metode penanganan, penderita skizofrenia bisa perlahan-lahan pulih, hidup dengan normal, dan mencegah kambuhnya penyakit ini.


Manfaat memaafkan
Dalam kehidupan manusia, tentu tak semuanya akan berjalan mulus tanpa hambatan, dan masalah. Banyak faktor yang menjadi penyebab timbulnya hal tersebut dalam kehidupan Anda.
Salah satunya justru berasal dari gesekan antara sesama manusia, yaitu akibat dari kesalahan yang diperbuat oleh seseorang kepada diri Anda, baik teman, kerabat, keluarga, bahkan pasangan Anda sekalipun.
Hal tersebut tentunya akan membuat diri Anda berada dalam tekanan dan tingkat emosi yang tinggi, dan keadaan tersebut juga akan memberikan pengaruh buruk bagi kehidupan Anda. Ketika keadaan tersebut sudah terjadi dalam kehidupan Anda, satu-satunya cara terbaik yang dapat Anda lakukan adalah dengan memaafkan kesalahan orang lain tersebut.
Psikolog umumnya mendefinisikan memaafkan sebagai tindakan sadar, keputusan yang disengaja untuk menghilangkan perasaan dendam atau tidak melakukan tindakan balas dendam terhadap seseorang atau kelompok yang telah melukai Anda, terlepas dari apakah mereka benar-benar layak dimaafkan atau tidak.
Para ahli yang mempelajari atau mengajarkan pentingnya memaafkan mengemukakan bahwa ketika kita memaafkan, kita tidak mengabaikan atau menyangkal keseriusan pelanggaran yang dilakukan orang lain.
Berikut 5 manfaat memaafkan kesalahan orang lain bagi kesehatan tubuh yaitu :
1. Mengurangi stres
Penelitian menemukan bahwa saat kita memikirkan dendam, tekanan darah dan denyut jantung akan meningkat. Ini menandakan bahwa stres sedang melanda. Ketika kita memaafkan, tingkat stres akan turun. Penelitian juga menunjukkan bahwa menyimpan dendam berpengaruh terhadap sistem kekebalan tubuh yang bisa membuat kita lebih rentan terhadap penyakit.
2. Menyehatkan jantung
Hubungan yang didasari rasa saling memaafkan terhadap sesama yang pernah menyakiti atau menghianati membantu kita memperbaiki tekanan darah dan detak jantung. Semakin rendah tingkat kemarahan yang kita pendam maka akan semakin memperingan kinerja jantung kita. Penelitian menunjukkan ketika seseorang memaafkan sebuah pengkhianatan akan membuat tekanan darah, denyut jantung dan kerja jantung menjadi lebih baik sehingga jantung akan lebih sehat.
3. Mengurangi rasa sakit
Penelitian terhadap individu yang mengalami sakit punggung kronik menemukan, berlatih meditasi untuk mengendalikan rasa marah lebih berkesan mengurangi rasa sakit dan rasa tegang dibandingkan dengan terapi kesehatan biasa. Marah adalah perilaku yang bisa membuat individu berbuat negatif dan ini akan mengganggu kesehatan.
4. Hubungan bertahan lama
Penelitian menemukan orang yang selalu memaafkan dan bermurah hati terhadap pasangannya akan lebih mudah menyelesaikan konflik sehingga mampu membuat hubungan bertahan lebih lama. Hubungan yang lebih kuat berdampak positif terhadap kesehatan.
5. Lebih sehat dan bahagia
Ketika kita memaafkan orang lain kita akan membuat diri sendiri merasa lebih bahagia jika dibandingkan dengan orang lain yang memaafkan kita. Salah satu survei menunjukan bahwa orang yang berbicara tentang memaafkan selama sesi psikoterapi mengalami peningkatan kesehatan yang lebih besar dibanding mereka yang tidak.
Memaafkan kesalahan bukan berarti kelemahan membolehkan orang lain untuk melukai dan bukan sesuatu yang merendahkan diri sendiri atau membolehkan suatu perbuatan yang salah. Kita bisa memaafkan namun tanpa membiarkan suatu keburukan. Meminta maaf adalah perwujudan cinta, kebaikan dan rasa sayang yang tidak egois, tanpa pamrih dan tidak menyalahgunakan.